Memilih Gambar untuk Blog: Tips Optimisasi Gambar

Jadi kini Anda telah mengetahui bagaimana cara pencarian gambar beserta lisensinya, selain itu Anda pun juga bisa menggunakan flickr sebagai sumber Anda mencari foto dengan lisensi public. Lalu apa yang akan Anda lakukan sekarang dengan foto yang telah di dapat? Mungkin Anda akan langsung memasangnya pada website atau melakukan editing dulu? Jika Anda sempat merasa bingung, mungkin ada baiknya untuk membaca tulisan kali ini guna mengoptimalkan gambar yang telah didapatkan sebelumnya.

Atribut pada gambar

Terdapat tata cara pada setiap atribut gambar pada setiap website. Secara umum, attribut gambar pada website antara lain.

  • Tanpa Atribut
  • Menyebutkan pembuat gambar atau foto
  • Menuliskan link tempat memperoleh gambar serta pembuatnya. Jika keduanya memang berbeda, misalnya foto yang Anda dapatkan dari flickr
  • Menghubungkan hanya pada situs pembuat gambar.

Dan tentunya ini menjadi hak Anda sebagai pemilik website untuk melakukan pemasangan attribut atau tidak. Namun alangkah lebih baik jika setiap orang tahu, bahwa ada hasil karya nya yang digunakan.

Kapasitas dan tipe file yang pas pada website

Hal ini menyesuaikan pula terhadap gambar yang Anda gunakan pada website. Misalnya saja jika Anda menggunakan gambar yang terdiri dari ilustrasi ataupun karya seni yang tidak terlalu detail seperti lukisan abstrak, untuk lebih baiknya Anda dapat menggunakan tipe 8-bit PNG ataupun format GIF. Dikarenakan hal ini akan mengurangi jumlah kapasitas dari ukuran gambar Anda, tetapi disisi lain gambar yang ditampilkan pun juga lebih sederhana karena beberapa palet pada gambar dikurangi.
Beberapa kelebihan dari format GIF antara lain:

  • Ukuran file yang dihasilkan relatif kecil
  • Mampu membuat sebuah animasi yang terdiri dari beberapa gambar yang disusun.
  • Dapat membuat background transparan
  • Support pada interlacing, yaitu gambar yang dimuat secara bertahap pada website
Baca Juga :  Tips Seo: Link Populer vs Jejaring Sosial

Sedangkan jika gambar yang Anda gunakan adalah gambar kualitas tinggi dan detail, Anda bisa menggunakan tipe JPG atau PNG 24-bit. Kenapa menggunakan tipe ini? Karena tidak terlalu banyak mengurangi palet pada gambar, sehingga gambar yang dihasilkan pun lebih baik. Tentunya ke-detail-an gambar yang Anda miliki pun juga akan terjaga. Perbandingan tentang kontras ini dipandang dari ukuran gambar dan format dapat dituliskan:

  • PNG-8, 256 colors – 37K
  • GIF, 256 colors – 42K
  • PNG-24 – 146K

File dengan tipe PNG pun juga memiliki kelebihan diantaranya:

  • Memiliki semua fitur yang ada pada format GIF kecuali animasi
  • Fitur interlacing pada sisi 2 dimensi, yang bila dibandingkan dengan format GIF maka lebih baik
  • Teknik kompresi pada png menggunakan teknik lossless, dimana gambar dengan format PNG tidak akan mengalami kehilangan banyak kualitas meskipun di kompress berkali kali. lossless merupakan kebalikan dari teknik kompresi JPG yaitu lossy dimana gambar yang diturunkan ukurannya akan mengalami penurunan pula kualitasnya.

Banyak gambar pada artikel

Mungkin kadang Anda sempat melihat blog dengan penuh gambar namun tidak menarik? Atau sebaliknya tidak terlalu gambar namun cukup enak dibaca? hal ini sebenarnya kembali kepada Anda sebagai pemilik blog untuk memberikan konten bergambar atau tidak. Yang perlu anda ketahui adalah semakin banyak gambar yang ada pada sebuah web maka proses pemuatan gambar pun akan menjadi semakin lama, sehingga tentunya akan menjadikan orang malas menunggu untuk berkunjung pada website Anda. Kecuali jika Anda memang seorang photoblogger, tentunya dengan gambar yang semakin menarik dan bermacam macam maka pengunjung pada situs anda pun akan semakin bertambah.

Optimalkan gambar yang Anda dapat.

Kualitas dari foto ataupun gambar sebagian besar dinilai dari kejernihan dan detail dalam sebuah foto. Dimana terkadang digunakan editor gambar untuk menghilangkan beberapa noise yang ada pada sebuah foto. beberapa point untuk memaksimalkan foto antara lain pada sebuah blog antara lain adalah :

  • Mengubah resolusi dari foto atau gambar menjadi 72 dpi
  • Melakukan pemotongan gambar atau foto berdasarkan kebutuhan Anda, misalnya pemotongan background yang tidak diperlukan.
  • Spesifikasi dan penyetaraan gambar dari blog yang Anda miliki.
  • Mereduksi warna jika memang diperlukan, karena semakin banyak warna otomatis semakin besar pula dimensi dari sebuah gambar.
  • Menggunakan mode thumbnails pada beberapa bagian yang Anda anggap perlu.
Baca Juga :  Menemukan Gambar untuk Blog: Pencarian Gambar Dasar

Tentu saja, beberapa tips ini bisa Anda gunakan ataupun tidak. Kini Anda hanya tinggal melakukan pengoptimalan konten yang tersedia. Jika Anda menggunakan metode yang berbeda silahkan berbagi lewat kolom komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Cara Bersihkan BackLink Spammer

Dalam beberapa tulisan terdahulu saya memaparkan berkali-kali tentang pentingnya backlink untuk menopang posisi kita di mesin pencari. Namun dilain sisi…